Assalamu'alaikum wr. wb
|
Berbagi peran, berbagi waktu |
|
Ditulis oleh BangOne
|
|
Senin, 02 November 2009 07:55 |
|
Dimensi waktu terus berjalan, lurus kedepan tanpa pernah mau sekedar berhenti sejenak apalagi mundur kebelakang. Degup jantung dan detak jarum jam kita adalah gambaran nilai waktu yang terus-menerus berjalan, berlalu dan tanpa pernah kembali. Fakta hari ini adalah hasil dari apa yang kemarin kita rencanakan, dan fakta hari esok adalah dari apa yang kita rencanakan saat ini. Jika kita gagal merencanakan, dengan sendirinya kita telah merencanakan kegagalan itu sendiri. Karena itu perlu adanya perencanaan waktu dari setiap masa kehidupan ini. Sehingga tidak banyak kesempatan dan peluang kebaikan bagi kehidupan kita berlalu begitu saja. Akankah waktu kita hanya bernilai menit atau detik saja, tanpa adanya makna yang berarti.
|
|
Terakhir Diperbaharui ( Senin, 02 November 2009 08:11 )
|
|
Selanjutnya...
|
|
Pelajaran dari Musibah dan Bencana |
|
Ditulis oleh AlIslam
|
|
Rabu, 07 Oktober 2009 11:51 |
|
Berbagai musibah dan bencana telah dipergilirkan Allah SWT hampir diseluruh penjuru negeri ini. Mulai dari Tsunami Aceh, Gempa Jayapura, Jogyakarta, Jawa Barat dan sekarang Sumater Barat mendapatkan gilirannya. Begitu pula bencana lainnya banjir, longsor, kebakaran dan musibah lainnya. Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yg mempunyai akal. Alquran itu bukanlah cerita yg dibuat-buat akan tetapi membenarkan yg sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yg beriman. Perjalanan hidup manusia sejak Nabi Adam a.s. yaitu manusia pertama sekaligus bapak seluruh umat manusia hingga sekarang ini tenyata menoreh berbagai macam bekas berupa sejarah yg melukiskan perputaran roda kehidupan manusia dgn segala rona-ronanya yg pada hakekatnya sejarah tiada pernah henti sampai tibanya ajal yg telah ditentukan oleh Allah mengenai akhir hayat manusia dan akhir dari alam semesta ini. Karena Allah menciptakan langit dan bumi ini dan apa yg ada di antara keduanya adl dgn ajal yg sudah ditentukan. Semua sejarah yg pernah berlalu itu harus kita mengerti dan kita pelajari sehingga kita bisa napak tilas generasi-generasi Rabbani melihat apa yg didapat oleh kaum yg beriman kepada Allah dan menyadari akibat dari orang-orang yg mengingkari seruan Ilahi. Itulah yg dititahkan di dalam Alquran kepada kita umat akhir jaman umat pilihan umat Nabi yg paling mulia Muhammad saw. bahwa Allah menjadikan perjalanan umat-umat terdahulu itu sebagai ibrah bagi kita.
|
|
Terakhir Diperbaharui ( Rabu, 07 Oktober 2009 12:06 )
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
Ditulis oleh BangOne
|
|
Kamis, 10 September 2009 00:00 |
|
Kehidupan dalam persepsi islam bukanlah rentang yang pendek. Kehidupan yang mampu menjangkau semua masanya baik dunia maupun akhirat. Kehidupan dunia, tentunya semua manusia telah menjalaninya, baik dalam keadaan suka-duka, lapang ataupun sempit mereka telah merasakan semua yang ada didalamnya dengan panca indera, akal, serta jiwanya. Namun sebuah hal yang berbeda yang diyakini umat islam dan kaum atheis adalah adanya keyakinan kehidupan nisbi yang disebut dengan kampong akhirat. Para penentang Tuhan menganggap kehidupan dunia ini hanya sebuah kebetulan yang diakibatkan proses alam, sehingga kehidupan hanyalah proses biologis, kimiawi ataupun fisik yang ada didunia tanpa ada pertanggung jawaban setelahnya. Namun bagi orang beriman kehidupan memang telah diciptakan dan ditentukan masanya. Dan justru kehidupan akhirat itulah awal dimulai kehidupan yang hakiki sebagai balasan dari kehidupannya di dunia.
|
|
Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 10 September 2009 14:51 )
|
|
Selanjutnya...
|
|
Pemberdayaan Bangsa Sebuah Keharusan |
|
Ditulis oleh Administrator
|
|
Minggu, 06 September 2009 09:47 |
|
Bagaimana jika 90 persen lebih sumber energi sebuah bangsa dikuasai oleh pihak asing? Berapa lama negara itu akan mampu bertahan secara ekonomi? Atau seberapa bebas keputusan politik bisa diambil oleh para pemimpinnya? Dan yang lebih memprihatinkan lagi seberapa mahal harga yang harus dibeli oleh rakyatnya? BBM? TDL? Hingga tarif jalan tol. Apa yang tidak ada di Indonesia? Minyak paling tidak cukup untuk 25 tahun lagi. Gas bisa membiayai pembangunan hingga 65 tahun. Batubara bisa menjadi sumber energi selama 150 tahun. Belum lagi panas buminya, yang tidak akan pernah habis untuk menjadi sumber penerangan seluruh nusantara. Pegunungan Grasberg saja mengandung emas tidak kurang dari dua juta kg, terbesar di dunia, ditambah tembaga dan batubaranya yang terbesar ketiga di dunia. Akan tetapi itu hanyalah sebatas "kebanggaan nasional" yang dicekokkan ke murid-murid SD dan SMP di buku-buku kewarganegaraan. Tak sedikit pun memberi manfaat bagi hidup dan masa depan murid-murid yang masih "jujur" dan bersih dari kebusukan itu.
|
|
Terakhir Diperbaharui ( Minggu, 06 September 2009 09:58 )
|
|
Selanjutnya...
|
|
Ghazwul Fikr, Stigmatisasi Terorisme |
|
Ditulis oleh BangOne
|
|
Minggu, 06 September 2009 09:04 |
|
Pagi itu suasana pasar tradisional tersebut seperti biasanya riuh- ramai, para pedagang maupun pembeli sibuk dengan urusan jual-belinya. Namun suasana sejenak berubah ketika seorang ummahat bercadar masuk kedalam pasar untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Seolah terbius dengan penampilan yang aneh dalam pandangan para penjual dan pengunjung, beragam komentarpun mereka berikan, hingga teriakan menohok dengan celometan memberikan ejekan: “ hei istri Noordin, hei istri Ibrahim, istri teroris “,suara saling bersautan beberapa pedagang pasar memecah keramaian suasana pasar. Jika jauh-jauh hari sebelumnya pandangan terhadap jenggot, gamis, laa isbal, cadar ataupun jilbab yang lebar dan berbagai perkara sunnah membentuk pandangan sebagian masyarakat awam sebagai hal yang ekstrim dan berat untuk dilakukan, dan bagi para pelakunya mereka dipandang sebagai orang fanatik, wahabi atau pandangan yang cukup terkesan miring dalam budaya sebagian masyarakat awam. Meskipun sebagian orang masih melihat secara positif yang menunjukkan orang-orang yang komitmen dalam berislam. Namun hari-hari ini pandangan masyarakat pada umumnya tersebut justru jauh lebih ekstrim, dengan memandang muslim yangmenggunakan atribut seperti itu dipandang sebagai orang-orang yang memiliki satu pandangan dengan terorisme, yang hingga sekarang masih menunjukkan geliatnya di negeri ini.
|
|
Terakhir Diperbaharui ( Kamis, 10 September 2009 14:49 )
|
|
Selanjutnya...
|
|
Membedah akar Fundamentalisme, Radikalisme dan Terorisme Global di Dunia Islam |
|
Ditulis oleh BangOne
|
|
Senin, 31 Agustus 2009 00:00 |
|
Masih hangat dalam benak kita, setelah cukup lama sekitar 4-tahunan tidak terjadi lagi teror bom dinegeri ini, Indonesia kembali dikejutkan dengan terulangnya pengeboman hotel Marriot dan Ritz Carlton. Dengan target para ekspatriat asing, terjadi suicide bomb yang menewaskan belasan orang dan melukai puluhan lainnya termasuk tewasnya kedua pelaku yang terbilang masih belia. Nama Dani dwi permana yang baru berusia 18 tahun dan Nana Mulyana 20 tahun yang menjadi pelaku menjadi sorotan media bahkan bahan analisa beragam pakar dan pengamat. Pakar intelejen, psikolog, sosiolog, hingga para ulama memberikan beragam komentar dan analisanya serta argumennya dalam membedah akar permasalahan tindakan terorisme yang bisa dibilang terencana dengan sangat akurat ini.
|
|
Terakhir Diperbaharui ( Selasa, 01 September 2009 09:32 )
|
|
Selanjutnya...
|
|
|
|
|
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Berikutnya > Akhir >>
|
|
Halaman 1 dari 9 |
Iya...gambar masjidnya salah ya??? It...
mungkin itu tanda, bahwa Alloh swt sa...
salam, mohon jelaskan semua rujukan ...
Subhanallah, Maha Suci Allah yang tel...
pemuda jaman sekarang bisanya cuma ng...
memang negara kita adalah negara kesa...